Bukan Jualan, Tapi Salurkan Zakat
Menjelang lebaran, banyak hal unik yang dilakukan oleh masyarakat di pedesaan. Salah satunya di Desa Manjung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Menjelang lebaran, banyak hal unik yang dilakukan oleh masyarakat di pedesaan. Salah satunya di Desa Manjung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Belasan pelajar tampak menumpang pada pick up yang dipakai untuk mengangkut barang. Foto diambil saat kendaraan melaju di depan Pasar Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Rabu (31/5/2017).
<div>Bersama puluhan pimpinan media online yang ada di Jawa Timur, manajemen Kumparan.com menjajaki kerjasama partnership. Diantara dengan blokMedia Group (blokBojonegoro.com dan blokTuban.com). Kegiatan berlangsung di Hotel Mercure ‎Surabaya, Kamis (4/5/2017).</div> <div> </div>
Membunyikan suara motor keras, bising dan ramai-ramai tak tertib berlalulintas adalah cerminan konvoi yang dilakukan para kaum 'pelajar' atas kelulusannya setelah menempuh pendidikan 12 tahun. Tepat hari Selasa, 2 Mei 2017 atau bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, hasil Ujian Nasional tingkat SMA se-derajat diumumkan serentak. Saat itupula sebagian pelajar yang tak mengindahkan himbauan untuk tidak berkonvoi siap beraksi mengelilingi jalanan menyuarakan kelulusannya. Seperti terlihat pada foto di atas, para pelajar tanpa mengenakan helm berkeliling bersama-sama.
Himbauan seperti apapun kayaknyya tidak mempan untuk siswa kelas XII yang tengah merayakan hari kelulusan, setelah mereka mengetahui pengumuman hasil Ujian Nasional. Buktinya, setiap tahun sebelum hari pengumuman, beberapa pihak sudah melakukan himbauan agar siswa tidak melakukan konvoi dan mengganggu masyarakat. Alhasil, seperti kelulusan kelas XII SMA sederajat tahun 2017 ini, terpantau masih ada siswa yang melakukan konvoi dan mencorat-coret baju, sebagai simbol pelampiasan karena sudah selesai mengenyam bangku sekolah 12 tahun.
Sudah diingatkan agar tidak melakukan konvoi saat hari kelulusan, Selasa (2/5/2017), para siswa-siswi yang ada di wilayah Kecamatan Rengel yang masih membandel menggelar konvoi, sebagai bentuk pelampiasan atas kelulusan dari bangku SMA se-derajat, mereka harus berurusan dengan aparat kepolisian, lantaran mengganggu ketertiban umum dan juga tidak melengkapi syarat-syarat berkendara di jalan.
Pengumuman kelulusan hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat dilakukan hari ini, Selasa (2/5/2017). Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, anggota Polsek Rengel melakukan pembinaan kepada sejumlah pelajar yang hendak berkonvoi. Hal itu lantaran ada informasi dari masyarakat yang resah akan adanya konvoi yang identik dengan corat-coret, dan aksi turun jalan dengan mengendarai motor. Bahkan tidak jarang tanpa pengaman atau menggunakan helm sama sekali. Padahal, itu berbahaya bagi diri sendiri bahkan pengguna jalan lainnya.
Sekelompok pelajar berseragam sekolah melakukan konvoi di jalanan Kabupaten Tuban. Mereka menyebut, itu adalah salah satu cara merayakan kelulusan yang diumumkan tahun ini, Selasa (2/5/2017). Kelompok pelajar itu terlihat mulai melakukan arak-arakan sekitar pukul 09:30. Baju seragam sekolah mereka sudah penuh dengan cat dan coretan, meski hal tersebut dilarang, namun terlihat mereka tetap nekat.
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Selasa (18/4/2017) resmi dideklarasikan. Bertempat di Gedung Dewan Pers, Kebun Sirih, Jakarta Pusat, penggagas dan anggota berkumpul, termasuk perwakilan blokBojonegoro.com dan blokTuban.com (blokMedia Group) yang menjadi anggota resminya. Tampak, suasana diskusi dengan tema "Profesionalisme Media Siber di Tengah Belantara Hoax" disela-sela deklarasi dengan keynote speaker Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.
Pemilik burung yang mengikuti perlombaan kicau burung nasional GP Ansor berkerumun di luar pagar Gantangan Tasmad BC, Perumnas Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Mereka menjadi suporter agar kicau burung menarik perhatian juri.