Reporter: Dhahrul Mustaqim
blokTuban.com - Kabar gembira sekaligus tantangan bagi Kabupaten Tuban datang dari data alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak Bumi APBN 2026. Berdasarkan rilis terbaru dari GoodStats dan Good News From Indonesia (GNFI) pada Minggu (11/10/2026) melalui akun instagramnya, Kabupaten Tuban dipastikan menempati posisi ketiga sebagai daerah penerima DBH minyak bumi terbesar di Indonesia.
Dalam infografis yang dirilis, Tuban diproyeksikan akan menerima kucuran dana segar sebesar Rp187,43 miliar pada tahun 2026. Angka yang fantastis ini menegaskan posisi Bumi Wali sebagai salah satu lumbung energi nasional yang krusial.
Posisi pertama masih diduduki secara dominan oleh tetangga sebelah, Kabupaten Bojonegoro, dengan proyeksi alokasi mencapai Rp919,65 miliar, diikuti oleh Kabupaten Bengkalis di posisi kedua dengan Rp260,29 miliar. Total alokasi DBH minyak bumi secara nasional untuk APBN 2026 sendiri dipatok pada angka Rp4,49 triliun.
Data tersebut juga merinci hitung-hitungan pembagian penerimaan minyak bumi yang menjadi dasar alokasi ini. Dari total penerimaan minyak bumi, porsi terbesar (84,5%) masih menjadi bagian Pemerintah Pusat. Namun, porsi 15,5% sisanya dibagikan ke daerah dengan rincian yang cukup detail.
Sebagai daerah penghasil utama, Kabupaten Tuban mendapatkan porsi DBH yang signifikan. Rincian pembagian DBH untuk daerah adalah sebagai berikut:
- Kabupaten/Kota Penghasil: 6,5% (Porsi Tuban)
- Kabupaten/Kota Berbatasan dengan Penghasil: 3%
- Provinsi: 2%
- Kabupaten/Kota Lain dalam Provinsi: 3%
- Kabupaten/Kota Pengolah: 1%
Porsi 6,5% inilah yang menyumbang angka terbesar bagi pundi-pundi APBD Tuban, menjadikannya sebagai penerima DBH terbesar ketiga.
Besarnya alokasi DBH ini tentu menjadi angin segar bagi pembangunan di Tuban. Dana ratusan miliar ini diharapkan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, infrastruktur, dan layanan publik.
Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Tuban untuk menyusun prioritas penggunaan dana tersebut agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi warga Tuban. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana ini akan menjadi kunci keberhasilan dalam memaksimalkan potensi DBH Minyak Bumi 2026 demi kemajuan Bumi Wali.
Semoga alokasi dana yang besar ini bisa menjadi modal penting bagi Tuban untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas hidup warganya. Warga Tuban patut bangga, namun juga harus kritis mengawal penggunaannya.