Reporter: Dhahrul Mustaqim
blokTuban.com - Gelak tawa dan wajah bahagia menggema lembut di tengah sejuknya pepohonan Plezier Wonderland, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Di sudut lain, coretan draf cerita, dan tawa renyah para remaja jenjang SMP se-Kabupaten Tuban mewarnai arena. Pada Selasa dan Rabu, 20-21 Oktober 2026, ruang terbuka ini disulap menjadi panggung kreatif bagi ratusan generasi muda lewat gelaran Kemah Sastra IV.
Diprakarsai oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Tuban, agenda tahunan ini mengusung tema “Membaca, Berkarya, Bersua: Menyalakan Api Literasi”. Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Tuban, Fajrin Muharom Affandi, menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar memperingati Bulan Bahasa untuk ajang unjuk kebolehan.
"Kegiatan ini merupakan sarana merawat eksistensi bahasa dan sastra di era digital yang kian dinamis serta momen pertemuan besar keluarga pendidik Bahasa Indonesia," jelasnya.
Sejak Selasa pagi, keceriaan sudah terpancar saat peserta melakukan registrasi. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua MKKS SMPN Tuban sekaligus Pembina MGMP Bahasa Indonesia Kab. Tuban, Nanang Syafi'i. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya ruang ekspresi bagi siswa agar bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari di dalam kelas, tetapi juga dicintai dan dihidupkan.
Selepas pembukaan, kompetisi sengit namun penuh keakraban berlangsung marathon dari pukul 10.30 hingga 16.30 WIB. Tiga cabang lomba utama yakni lomba baca puisi: lomba mengarang cerita pendek dan.lomba mendongeng. Kemeriahan mencapai puncaknya pada malam hari panggung Pentas Seni dan Malam Keakraban menjadi ruang lebur bagi seluruh kontingen. Beragam unjuk performa, mulai dari pertunjukan musik hingga drama teatrikal yang memukau, disajikan di bawah langit malam Sugihwaras. Momen ini menjadi perekat silaturahmi dan rasa kekeluargaan antarsiswa maupun guru pendamping se-Kabupaten Tuban.
Keseruan berlanjut pada Rabu pagi. Setelah menyegarkan badan lewat senam pagi peserta bertolak meninggalkan tapak kemah untuk melakukan kunjungan literasi.
Museum Kambang Putih dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban menjadi destinasi penjelajahan. Di sana, para siswa diajak menyelami langsung riwayat sejarah, arsip daerah, serta wawasan kesastraan Tuban. Kunjungan ini melengkapi keterampilan berkesenian peserta dengan pemahaman sejarah dan budaya lokal yang mendalam.
Para guru pendamping pun mendapatkan ruang penguatan kapasitas melalui Workshop Penulisan Jurnalistik. Sesi ini membekali para pendamping dengan keterampilan mengemas warta sekolah, teknik wawancara, hingga penulisan berita yang tajam dan populer.
Rangkaian acara berakhiran manis tatkala seluruh peserta kembali ke arena perkemahan. Tepat pukul 12.00 WIB, Kemah Sastra IV resmi ditutup oleh Kepala Bidang Pengelolaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Siswo Suwarko.
Melalui Kemah Sastra IV ini, api literasi di bumi Tuban terbukti tidak sekadar menyala, tetapi juga menghangatkan semangat para penerus bangsa untuk terus membaca, berkarya, dan bersua.