Skip to main content

Category : Tag: As


Peringati Hari Santri, Aswaja NU Center Tuban Kukuhkan Komitmen Moderasi dan Toleransi

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Aswaja NU Center PCNU Kabupaten Tuban sukses menggelar Seminar Nasional bertema “Mengukuhkan Nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah untuk Menjaga Keharmonisan Bangsa” pada Kamis (23/10/2025), bertempat di Kampus Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban.

Tanggul Sungai Jebol, Bangunan Puskesmas Jatirogo Retak Digerus Air

blokTuban.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jatirogo sejak siang hingga petang kemarin menyebabkan tanggul sungai di belakang Puskesmas Jatirogo longsor. Akibatnya, bangunan puskesmas mengalami keretakan di beberapa bagian.

Santri Ash Shomadiyah Tuban Belajar Politik Sehat Lewat Kunjungan ke DPRD

Ratusan siswa MTs dan MA Ash Shomadiyah Tuban mengunjungi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Selasa (21/10/2025). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dengan tema “Pemimpin Hadir untuk Rakyat dan Gen Z Wajib Melek Politik.”

Peringati HUT 14, Nasdem Ajak Kader Aksi Sosial Donor Darah

Dewan pimpinan daerah (DPD) partai Nasdem, mengajak Masyarakat dan seluruh pengurus untuk mengikuti aksi sosial donor darah. Kegiatan yang di laksanakan di kantor partai Jalan Teuku Umar, nomor 06 Tuban, Kamis (16/10/2025), itu merupakan rangkaian menyambut hari ulang Tahun (HUT) partai Nasdem yang ke 14 tahun ini.

DBH Migas Anjlok, Pemkab Tuban Akan Perketat Belanja Daerah

Kabar kurang sedap datang dari bidang keuangan daerah. Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk Kabupaten Tuban tahun 2026 bakal turun drastis. Dari sebelumnya mencapai Rp552,78 miliar, kini hanya sekitar Rp191,79 miliar. Artinya, ada penurunan lebih dari Rp360 miliar.

KPID Jawa Timur Soroti Tayangan Trans7 yang Dianggap Bermuatan SARA dan Disinformasi tentang Pondok Pesantren

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur menyoroti salah satu tayangan di program televisi nasional Trans7 yang dinilai mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) serta menyebarkan informasi menyesatkan tentang kehidupan di pondok pesantren. Tayangan tersebut menjadi perhatian publik setelah sejumlah adegannya dianggap memperkuat stereotip negatif terhadap santri, kiai, dan lembaga pendidikan keagamaan.