Guru MIS Musthofawiyah Raih Juara 3 Guru Inspiratif Kemenag Tuban

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Sosok guru inspiratif kembali lahir dari dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Tuban. Siti Nur Afifah, yang akrab disapa Bu Iffa, berhasil meraih Juara 3 Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi Kementerian Agama Kabupaten Tuban kategori Guru Inspiratif.

Penghargaan tersebut diraih berkat dedikasi panjang Bu Iffa dalam dunia pendidikan, produktivitas karya tulis yang konsisten, serta keteladanan yang terus ia tanamkan kepada peserta didik. Proses lomba Anugerah GTK Berprestasi diawali dengan seleksi administrasi pada awal Desember 2025, kemudian berlanjut ke tahap presentasi tiga besar pada (1712/2025). Pemberian anugerah dilaksanakan setelah upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama pada (03/01/2026).

Bu Iffa lahir di Bumi Maibit, Rengel, Tuban, dan saat ini berdomisili di Desa Nguruan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Selama enam tahun terakhir, ia mengabdikan diri sebagai pendidik di MIS Musthofawiyah Nguruan, tempat ia menyalurkan pengabdian dan komitmennya dalam membangun pendidikan madrasah.

Selain aktif mengajar, Bu Iffa juga dikenal sebagai penulis berita dan penulis akademik. Ia produktif menghasilkan buku, artikel jurnal, serta laporan penelitian pendidikan yang berangkat dari praktik nyata di kelas. Tidak hanya itu, ia juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana berbagi inspirasi pendidikan, praktik baik pembelajaran, serta nilai-nilai keteladanan guru kepada masyarakat luas.

Melalui tulisan dan aktivitas digital tersebut, Bu Iffa memanfaatkan ruang publik sebagai bagian dari dakwah pendidikan. Ia menghadirkan narasi positif tentang guru madrasah, pendidikan karakter, dan pembelajaran yang humanis. Peran ini menjadikannya tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga memberi dampak di ruang digital dan sosial.

Namun demikian, prestasi Bu Iffa tidak semata diukur dari karya tulis dan penghargaan yang diraih. Ia dikenal sebagai guru yang mengajar dengan hati, sabar dalam membimbing siswa, disiplin dalam memberi teladan, serta dekat dengan peserta didik. Karakter tersebut membentuk suasana belajar yang hangat dan bermakna.

“Menjadi guru adalah tentang memberi contoh, menanamkan nilai, dan meninggalkan jejak kebaikan melalui ilmu,” ungkap Iffa.

Lebih lanjut, ia mempercayai sebuah pepatah bahwa sesuatu yang besar selalu lahir dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Saya percaya, hal besar selalu berawal dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten,” tambahnya.

Prestasi yang diraih Bu Iffa menjadi bukti bahwa guru madrasah mampu berkontribusi secara nyata, baik melalui karya tulis, pemanfaatan ruang digital, maupun keteladanan langsung kepada peserta didik. Sosoknya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya untuk terus berkarya dan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan.