Siaran Pers
Antibodi Penduduk Indonesia Naik 4 Kali Lipat
Hasil dari survei serologi ke-3 menunjukkan adanya peningkatan proporsi penduduk yang mempunyai antibodi SARS-CoV-2, yakni dari 87,8% pada Desember 2021 menjadi 98,5% pada Juli 2022.
Hasil dari survei serologi ke-3 menunjukkan adanya peningkatan proporsi penduduk yang mempunyai antibodi SARS-CoV-2, yakni dari 87,8% pada Desember 2021 menjadi 98,5% pada Juli 2022.
Setelah merosot pada 3 Agustus 2022 ke harga Rp70.000/Kilogram, komoditas cabai biasa di Kabupaten Tuban kembali ke harga semula yaitu Rp80.000/Kg pada Kamis (4/8/2022).
Perdagangan logam mulia berupa emas batangan produksi PT Aneka Tambang atau PT Antam, naik Rp12 ribu menjadi Rp978 ribu per gram pada Kamis (28/7/2022).
Perkembangan bahan kebutuhan pokok (bapok) di pasar tradisional Kabupaten Tuban rata-rata harganya stabil. Terpantau hanya dua jenis bapok yaitu cabai keriting dan bawang putih yang mengalami kenaikan harga.
Harga komoditas cabai di tiga pasar Kabupaten Tuban minimal Rp70 Ribu/Kilogram, Senin (25/7/2022). Termahal masih dipegang cabai biasa di harga Rp90 Ribu/Kg.
Akhir pekan ini, sejumlah bahan kebutuhan pokok (Bapok) di tiga pasar Kabupaten Tuban terpantau stabil harganya dari sebelumnya. Hanya ada dua bapok yang mengalami perubahan harga, Sabtu (23/7/2022).
Sejumlah bahan kebutuhan pokok (Bapok) di pasar Kabupaten Tuban mengalami penurunan harga. Pantauan Jumat (22/7/2022) di Laman Siskaperbapo Jawa Timur, hanya cabai rawit yang mengalami kenaikan harga.
Bahan kebutuhan pokok (bapok) di sejumlah pasar Kabupaten Tuban rata-rata stabil. Pantauan di laman Siskaperbapo Jawa Timur, hanya tiga komoditas yang mengalami perubahan harga, Kamis (21/7/2022).
Diantara bahan kebutuhan pokok (bapok) di pasar Kabupaten Tuban yang mengalami kenaikan harga yaitu daging sapi murni. Semula Rp114.146 sekarang harganya menjadi Rp115.446/Kilogramnya, Rabu (20/7/2022).
Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tuban kembali meningkat dalam dua hari terakhir ini. Hal tersebut, terjadi disinyalir lantaran masyarakat yang mulai mengabaikan protokol kesehatan.