Reporter: Edy Purnomo
blokTuban.com - Di tengah anggapan bahwa cadangan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia semakin menipis, data terbaru menunjukkan potensi migas nasional masih sangat besar. Hingga 28 Februari 2026, Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen (basin) yang berpotensi mengandung minyak dan gas bumi. Menariknya, sebanyak 65 cekungan di antaranya masih belum dieksplorasi sehingga menyimpan peluang ditemukannya cadangan migas baru.
Dalam Media Gathering 2026 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina di Banyuwangi, Jumat (10/7/2026), data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, dari 128 cekungan yang ada terdapat 20 cekungan yang telah berproduksi, 27 cekungan yang sudah menemukan cadangan migas, lima cekungan yang telah terbukti memiliki sistem pembentukan migas, tiga cekungan yang menunjukkan indikasi hidrokarbon, delapan cekungan yang telah memiliki data geologi dan geofisika, serta 65 cekungan yang masih belum tersentuh kegiatan eksplorasi.
Potensi tersebut didukung dengan aktivitas industri hulu migas yang tersebar di 159 wilayah kerja, terdiri atas 105 wilayah eksploitasi, 47 wilayah eksplorasi aktif, satu wilayah eksploitasi yang sedang dalam proses terminasi, serta enam wilayah eksplorasi yang juga dalam proses terminasi.
Selain itu, Indonesia memiliki sekitar 3.199 lapangan eksplorasi dan pengembangan, 44.714 sumur migas, 649 platform produksi, jaringan pipa sepanjang sekitar 47,5 ribu kilometer, serta aset industri hulu migas senilai US$70,08 miliar atau sekitar Rp706 triliun.
Meski memiliki potensi besar, industri hulu migas bukanlah sektor yang mudah dijalankan. SKK Migas menjelaskan industri ini memiliki empat karakter utama, yakni sumber daya yang tidak dapat diperbarui (non-renewable resource), membutuhkan investasi atau modal yang sangat besar, memanfaatkan teknologi tinggi, serta memiliki tingkat risiko yang tinggi.
"Untuk itu kita perlu berkolaborasi dengan seluruh stakeholder, termasuk teman-teman media agar bisa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai industri hulu Migas," jelas Perwakilan SKK Migas, Arief Hermawan Aher di lokasi acara.
Sebagai sumber daya yang tidak terbarukan, setiap produksi minyak dan gas akan mengurangi cadangan yang ada. Karena itu, eksplorasi harus terus dilakukan untuk menemukan sumber daya baru sebagai pengganti lapangan yang produksinya terus menurun.
Di sisi lain, kegiatan eksplorasi membutuhkan investasi miliaran dolar Amerika Serikat setiap tahun, mulai dari survei geologi, pengeboran sumur, pembangunan fasilitas produksi hingga pengembangan infrastruktur pendukung. Seluruh proses tersebut juga didukung teknologi modern seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), analisis data besar (big data), hingga sistem otomatisasi.
Tingginya biaya tersebut sebanding dengan risiko yang dihadapi. Tidak semua pengeboran berhasil menemukan cadangan migas yang layak diproduksi. Karena itu, industri hulu migas dikenal sebagai sektor dengan karakter high risk, high cost, dan high technology.
Dengan potensi yang masih besar dan dukungan investasi serta teknologi, eksplorasi migas diharapkan mampu menemukan cadangan baru untuk menjaga produksi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia pada masa mendatang.
Senior Manager Relations Region Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigid Dwi Aryono, Media Gathering merupakan agenda tahunan yang digelar Pertamina. Hal ini dimaksudkan, agar ada sinergi antara pemerintah, perusahaan dengan media yang menjadi salah satu kanal penting untuk menyampaikan kepada masyarakat luas.
"Masa depan tidak bisa dibangun sendiri-sendiri, tapi harus melalui kolaborasi bersama dengan semua pihak," jelas Sigid.
Cara membuka blokir rekening atau kartu Bank Mayora hubungi WhatsApp (0822-6188-6588) (saat ini telah bertransformasi menjadi hibank) dapat dilakukan dengan 3 metode berikut:
Cara membuka blokir rekening atau kartu Bank Mayora hubungi WhatsApp (0822-6188-6588) (saat ini telah bertransformasi menjadi hibank) dapat dilakukan dengan 3 metode berikut: