#blokTuban TV
Warkop Tempat Kumpulnya para Seniman dan Musisi Tuban Selatan
Warkop Tempat Kumpulnya para Seniman dan Musisi Tuban Selatan
Warkop Tempat Kumpulnya para Seniman dan Musisi Tuban Selatan
Bagi para pegiat seni, memiliki sebuah karya merupakan suatu kepuasan tersendiri dan menjadi pencapaian bagi seorang seniman. Banyak masyarakat yang sebenarnya memiliki ketertarikan terhadap ranah kesenian, namun tidak mengetahui langkah apa saja yang diperlukan untuk mulai membuat sebuah karya seni.
Kabupaten Tuban memiliki banyak kesenian yang sudah sering dipentaskan atau dipamerkan. Untuk menilai sebuah karya seni bisa memiliki perbedaan tergantung dari kacamata dan background orang yang melihatnya.
Sudah melihat ikon 9 patung kuda yang akan dipasang di air mancur di bundaran Seleko? Patung sembilan kuda yang dipasang secara bertumpuk itu diyakini akan menjadi ikon baru Kabupaten Tuban. Dan taman Seleko akan berubah wajah, total.
Kabupaten Tuban memiliki segudang seniman, baik dari sektor seni rupa, seni musik, seni tari, dan kesenian dari sektor lainnya. Salah satu seniman asal Tuban adalah Janjang Berdikari. Pria berusia 56 tahun tersebut telah menggeluti dunia seni sejak puluhan tahun silam.
Wayang Suket pertama kali diangkat ke ranah pertunjukan oleh Alm. Slamet Gundono yang merupakan seorang dalang asal Tegal Jawa Tengah. Sebelumnya, Wayang Suket meupakan permainan tradisional anak-anak di zaman dahulu.
Perupa (Pelaku Seni Rupa) Tuban menyampaikan kritiknya dengan menggelar pameran tunggal di Mangrove Center Kecamatan Jenu, pada hari Sabtu 11 Desember hingga Selasa 14 Desember 2021
Warga RT. 04 RW. 09 Desa Plumpang, Kecamatan Plumpang menggelar Festival Seni Tikungan Tajam, pada tanggal 24 hingga 26 November 2021 di kawasan setempat.
Setelah terhenti selama dua tahun, PSLI (Pasar Seni Lukis Indonesia) kini digelar kembali untuk yang kedua belas kalinya. Pelaksaan PSLI 2021 ini semula direncanakan 15 – 24 Oktober, tetapi diundur menjadi tanggal 3 – 12 Desember, karena pandemi.
Di zaman yang semakin modern saat ini, masyarakat cenderung lebih sering menikmati seni musik juga dianggap modern. Sehingga, kesenian tradisional mulai ditinggalkan oleh para penikmatnya. Untuk bisa bertahan, mereka tak jarang harus kompromi dengan perkembangan.