8 Desa di Kecamatan Soko Rawan Banjir
Setiap tahunnya banjir menjadi bencana rutin yang kerap melanda. Bahkan beberapa desa yang berada di Kecamatan Soko, dapat dipastikan menjadi langganan banjir.
Setiap tahunnya banjir menjadi bencana rutin yang kerap melanda. Bahkan beberapa desa yang berada di Kecamatan Soko, dapat dipastikan menjadi langganan banjir.
Nekat. Bekal itulah yang dimiliki Miran (27) warga RT 01/RW II, Dusun Kayunan, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Sebab, pilihan untuk keluar dari pabrik Maspion di Sidoarjo tahun 2015 lalu, ternyata menjadi terbaik untuk jalur hidupnya saat ini bersama orang yang dicintainya.
Seorang warga tengah mencuci motor di Jalan Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Banjir yang mulai surut membuat warga mulai membersihkan sekitar rumah yang tergenang.
Sejumlah ruas akses jalan di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban terputus, setelah diterjang banjir akibat luapan Bengawan Solo. Selain itu, air juga merendam area persawahan dan pemukiman warga.
Kelompok kesenian terbangan di Desa Simo, Kecamatan Soko kini masih menunjukkan denyut nadi. Meski tidak segairah dulu dan fisik mereka boleh jadi menua, akan tetapi semangat tetap setia dipelihara.
Kesenian terbangan atau rebana, sudah sejak dulu dikenal di kalangan masyarakat, terutama masyarakat Simo sekitarnya. Terbangan identik dengan seni tarik suara islami dan permainan terbangan. Namun, grup terbangan asal Desa Simo, Kecamatan Soko yang dulu sempat jaya ini, kini telah meredup. Tidak ada regenerasi anggota sama sekali.
Produsen krecek atau kerap disebut rengginang mengeluhkan hasil produksi selama musim hujan ini. Sebab, sulit mendapat panas matahari untuk proses pengeringan krecek.
Kepala Dusun (Kadus) Pungguk, Desa Gununganyar, Kecamatan Soko, Shoheh, mengakui meninggalkan desa selama kurang lebih lima bulan. Namun, ia menolak dituduh melalaikan tugas sebagai kadus.
Krecek atau dilain daerah kerap disebut rengginang atau kripik merupakan makanan tradisional yang hingga kini masih dapat dijumpai. Makanan yang berhahan dasar beras ketan ini bahkan bisa dijadikan peluang usaha, seperti M Nur Ali (38).
Kepala Desa (Kades) Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Sukisno mengaku, belum pernah terlibat dengan tim Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tuban terkait pencarian sumber bau menyengat yang meresahkan warga desa setempat.