Wajah Warga Sumurgeneng Tuban Mirip Korban Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Sempat Syok
Duka mendalam dirasakan oleh pecinta sepakbolaan Tanah Air. Sebab, kejadian memilukan tersebut menewaskan ratusan suporter yang berada di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Duka mendalam dirasakan oleh pecinta sepakbolaan Tanah Air. Sebab, kejadian memilukan tersebut menewaskan ratusan suporter yang berada di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi duka nasional, termasuk para suporter dan masyarakat di Kabupaten Tuban. Untuk mendoakan ratusan korban meninggal, aliansi suporter bersama masyarakat Tuban berencana menggelar doa bersama pada Senin (3/10/2022) malam.
Kabar duka menyelimuti Indonesia, khusunya para pecinta sepak bola.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam membawa duka mendalam bagi publik Malang dan Aremania. Di antara yang sangat berduka itu adalah mantan CEO Arema Ir Agoes Soerjanto.
YLBH dan LBH Kantor Seluruh Indonesia menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan yang terjadi setelah selesainya laga pertandingan sepakbola Arema vs Persebaya pada tanggal 1 Oktober 2022. Dilaporkan bahwa sampai dengan Pukul 07.30 WIB, telah ada 153 korban jiwa dari kejadian ini.
Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikap terkait tragedi kemanusiaan atas etnis Rohingya di Myanmar.
Suasana kediaman Muhammad Arif Mabruri asal Desa Ngampal, Rt/Rw 04/01 Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, masih terus didatangi para takziah kerabat keluarga, maupun tetangga sekitar. Mereka, para petakziah yang datang belum percaya jika salah satu orang yang dikenal ikut menjadi korban perahu tenggelam yang ditumpangi 25 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Desa/Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.