PMII Tuban Gelar Aksi di Depan Kantor Pemkab, Desak Evaluasi Kinerja Bupati

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Tuban menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Tuban, Kamis (13/3/2026) sore. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus kritik terhadap kinerja pemerintah daerah.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa mendesak evaluasi kinerja Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Tuntutan itu tertulis dalam banner yang dibentangkan massa aksi bertuliskan “Mendesak Evaluasi Kinerja Bupati.”

Dalam aksi tersebut mahasiswa sempat memaksa masuk ke dalam area kantor Pemkab Tuban untuk menemui Bupati. Namun upaya tersebut diwarnai aksi dorong-dorongan dengan petugas yang berjaga di pintu gerbang kantor pemerintahan.

Setelah beberapa saat berorasi, perwakilan mahasiswa akhirnya ditemui sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tuban.

Di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tuban Agus Wijaya, Kepala Diskominfo SP Tuban Arif Handoyo, Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban Sutaji, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tuban Yudi Irwanto.

Dalam pertemuan tersebut, Agus Wijaya menyampaikan bahwa aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan diteruskan kepada Bupati Tuban.

“Kami akan menyampaikan semua aspirasi yang disampaikan teman-teman mahasiswa kepada Bupati,” ujarnya.

Sementara itu, usai menemui mahasiswa Kepala Diskominfo SP Tuban Arif Handoyo mengatakan bahwa tuntutan mahasiswa telah diterima oleh pemerintah daerah dan akan dibahas lebih lanjut oleh tim.

“Tuntutan sudah kami terima, nanti akan kami bahas bersama tim,” ujaranya.

Arif juga menjelaskan bahwa Bupati Tuban tidak dapat menemui massa aksi karena memiliki agenda lain yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Usai aksi, massa mahasiswa melakukan aksi penyegelan gerbang Kantor Pemkab Tuban, selain itu mahasiswa juga turut membawa sesajen, menyalakan dupa, serta melantunkan tahlil di depan gerbang kantor pemerintahan tersebut.

Ketua PC PMII Tuban, Roviq Wahyudin, mengatakan aksi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Bupati Tuban karena masih banyak persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Salah satunya terkait pembelian mobil dinas oleh Pemerintah Kabupaten Tuban di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diduga diberhentikan secara sepihak tanpa prosedur yang jelas.

“Tuntutan kita terkait pembelian mobil dinas di tengah efisiensi, ada juga pppk yang tidak dilanjut kontraknya,” ujarnya

Selain itu, Roviq juga menyinggung tingkat kemiskinan di Kabupaten Tuban yang masih tergolong tinggi di Jawa Timur. Menurutnya, Tuban saat ini berada di peringkat kelima kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur.

“Kemiskinan di Tuban masih tinggi di Jawa Timur,” imbuhnya

Selain itu, mahasiswa juga menilai pembangunan infrastruktur di Tuban belum diimbangi dengan perawatan yang memadai. Kemudian PMII juga menyoroti program pemberdayaan UMKM, khususnya program One Village One Product yang dinilai belum berjalan optimal.

“Tagline One Village One Product sudah lama disampaikan, namun sampai hari ini kami melihat program tersebut belum berjalan maksimal,”ucapnya.

Terkait jalannya aksi, Roviq mengakui sempat terjadi dorong-dorongan dengan aparat keamanan, namun situasi masih dapat dikendalikan.

Ia juga menjelaskan bahwa aksi simbolik berupa penyegelan, dan sesajen, merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa karena Bupati Tuban dinilai tidak pernah menemui massa aksi secara langsung.

“Ini bentuk kekecewaan kami. Selama ini setiap aksi yang kami lakukan, Bupati tidak pernah menemui kami secara langsung,” pungkasnya .

Menurut Roviq, PMII Tuban tidak akan berhenti disini saja, PMII akan terus mengawal berbagai tuntutan yang telah disampaikan pada aksi sore hari ini.