5 Masjid di Jawa Timur yang Jadi Simbol Akulturasi Budaya

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Jawa Timur tak hanya dikenal dengan kekayaan sejarah dan religi, tetapi juga jejak akulturasi budaya yang terekam kuat dalam arsitektur masjid. Melalui unggahan akun Instagram @disbudparjatimprov, setidaknya ada lima masjid yang menjadi bukti perpaduan budaya tersebut.

Masjid-masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga menyimpan nilai historis tentang bagaimana Islam berkembang dengan merangkul budaya lokal dan asing.

Salah satunya adalah Masjid Sunan Ampel. Masjid ini memperlihatkan perpaduan arsitektur Hindu Jawa dengan sentuhan Arab. Hal tersebut terlihat dari bentuk bangunan dan ornamen yang masih kental dengan nuansa tradisional Jawa, namun berpadu dengan elemen khas Timur Tengah.

Selanjutnya, Masjid Muhammad Cheng Hoo menjadi simbol kuat akulturasi budaya Tionghoa dan Arab. Desainnya yang unik menyerupai kelenteng dengan warna mencolok menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai Islam.

Di Kabupaten Bojonegoro, terdapat Masjid An Nahda yang menggabungkan arsitektur Timur Tengah dan Jawa. Kubah dan ornamen khas Arab berpadu dengan struktur bangunan yang tetap mempertahankan identitas lokal.

Sementara itu, Masjid Sendang Duwur dikenal dengan arsitektur Hindu Jawa yang sangat kental. Bentuk atap dan gapura masjid ini menyerupai bangunan pura, mencerminkan pengaruh budaya sebelum Islam masuk ke wilayah tersebut.

Terakhir, Masjid Sunan Giri menampilkan perpaduan arsitektur Hindu Jawa dan Islam kuno. Masjid ini menjadi salah satu peninggalan penting dalam sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa.

Keberadaan lima masjid ini menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Jawa Timur berlangsung secara damai dan adaptif, dengan merangkul budaya setempat tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman.