Mengabdi Tanpa Batas Negara: UAI Tuban Laksanakan PKM Internasional di Pesantren Al-Nahdloh, Malaysia

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Komitmen dalam mendukung pendidikan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri terus diwujudkan oleh Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional, UAI melaksanakan kegiatan pemberdayaan santri secara komprehensif di Pondok Pesantren Al-Nahdloh, Malaysia, Rabu (7/7/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya UAI dalam memperluas pengabdian lintas negara sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan generasi penerus PMI yang menempuh pendidikan di Malaysia.

Delegasi UAI dipimpin langsung oleh Rektor, Assoc. Prof. Dr. Laily Hidayati, M.Psi., Psikolog, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Muhammad Aziz serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Assoc. Prof. Hj. Fathonah. Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus Pondok Pesantren Al-Nahdloh dan akademisi mitra, di antaranya Mudir Ma’had Al-Nahdloh Ustad Muhammad Khoirul Umam, Ustad Ja’far Shodiq, serta Ustad Miqdam dari UII Yogyakarta.

Program PKM Internasional ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak PMI melalui lima fokus utama. Pertama, peningkatan kemampuan akademik dasar melalui pelatihan literasi dan numerasi secara intensif guna mengoptimalkan kapasitas kognitif santri. Kedua, penguatan karakter dan soft skills melalui edukasi keterampilan dasar kerja (core work skills) yang berlandaskan nilai-nilai perdamaian agar para santri tumbuh menjadi generasi yang adaptif.

Fokus ketiga berupa pendidikan lingkungan berbasis ekoteologi untuk menumbuhkan kesadaran menjaga alam melalui pendekatan spiritual keagamaan. Selanjutnya, pengembangan Smart Learning Community sebagai upaya membangun ekosistem belajar yang mandiri dan berkelanjutan. Sementara fokus kelima adalah sosialisasi program beasiswa S1 di Universitas Al-Hikmah Indonesia sebagai akses bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UAI, Dr. Laily Hidayati, menyoroti pentingnya pendekatan psikososial bagi anak-anak migran. Menurutnya, para santri di Pondok Pesantren Al-Nahdloh merupakan generasi yang memiliki potensi besar dan perlu memperoleh ruang untuk berkembang.

"Melalui berbagai pelatihan literasi, numerasi, dan penguatan karakter ini, kami berharap mereka memiliki keterampilan dasar kerja yang solid, serta tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang cinta damai meskipun berasal dari lingkungan migran," papar Dr. Laily.

Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari Mudir Ma’had Al-Nahdloh, Ustad Muhammad Khoirul Umam. Ia menjelaskan bahwa pesantren yang diinisiasi oleh PCINU Malaysia tersebut didirikan sebagai benteng pendidikan sekaligus penjaga nilai-nilai keagamaan bagi generasi penerus PMI.

Menurutnya, inovasi yang dibawa UAI, seperti pendidikan ekoteologi dan pengembangan komunitas belajar, sangat relevan dalam membentuk santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap tantangan global.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemaparan program beasiswa jenjang sarjana oleh Dr. Muhammad Aziz kepada para santri tingkat akhir. Program tersebut menjadi langkah konkret UAI dalam membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi anak-anak PMI agar dapat melanjutkan studi hingga meraih gelar sarjana di Tanah Air.

Secara keseluruhan, pelaksanaan PKM Internasional ini menjadi manifestasi nyata visi Universitas Al-Hikmah Indonesia, yakni "Wisdom Beyond Borders", sebagai komitmen untuk menghadirkan nilai-nilai akademik, pengabdian, dan kebijaksanaan yang mampu melampaui batas-batas negara demi kemajuan pendidikan dan kemaslahatan umat.