Reporter: -
blokTuban.com - Di era aplikasi kencan online, foto profil menjadi penilaian utama seseorang dalam mencari pasangan. Padahal, ketertarikan seseorang pada orang yang lain sangat kompleks.
Bahkan, secara fisik kita bisa tertarik pada seseorang karena aroma tubuhnya. Tetapi ini tak terkait dengan aroma parfum atau sabun yang dipakai.
Pada wanita, aroma tubuh pada masa subur membuatnya terlihat sangat menarik di mata pria. Hal ini terjadi karena ada aroma khas yang dikeluarkan tubuh pada masa ini.
Demikian menurut kesimpulan yang dimuat dalam the journal Proceedings of the Royal Society B. Ini memang bukan studi pertama yang menyebutkan daya tarik wanita lebih besar di masa subur.
Riset baru ini melibatkan 28 wanita dan 57 pria. Peneliti mengidentifikasi aroma yang terkait hormon estradiol, yang memuncak ketika masa ovulasi, sebagai sumber daya tarik.
Para wanita yang menjadi responden dalam studi ini diminta untuk melakukan diet ketat agar tidak mempengaruhi hasil riset.
Selama periode penelitian, peserta wanita berada pada tahap paling subur dari siklus menstruasi mereka dan diminta untuk tidur dengan bantalan kapas di bawah lengan mereka.
Bantalan tersebut disimpan dalam freezer. Setelah itu, bantalan dicairkan agar pria dapat menghirup aroma bantalan pada saat yang sama.
Responden pria juga diminta untuk menilai setiap aroma yang memiliki daya tarik paling besar. Penilaian dilakukan tanpa melihat gambar atau penampilan wanita.
Para peneliti juga menilai hasil riset ini dari sampel air liur yang diambil dari para wanita.
Hasil riset membuktikan semakin tinggi tingkat estradiol dan semakin rendah tingkat progesteron, pria menganggap aroma wanita semakin menarik.
Rasio hormon ini dipercaya sebagai petunjuk tingkat kesuburan yang memuncak.
Hal ini juga menunjukan, secara tak sadar pria tertarik pada wanita yang menurut mereka mampu melanjutkan keturunannya.
*Sumber: kompas.com
<a href=https://vibromera.es/equilibrado-de-piezas/>Equilibrado de piezas</a> El equilibrado constituye un proceso fundamental en las tareas de mantenimiento de maquinaria agricola, asi como en la produccion de ejes, volantes, rotores y armaduras de motores electricos. Un desequilibrio provoca vibraciones que aceleran el desgaste de los rodamientos, provocan sobrecalentamiento e incluso llegan a causar la rotura de componentes. Para evitar fallos mecanicos, resulta esencial identificar y corregir el desequilibrio de forma temprana utilizando tecnicas modernas de diagnostico. Principales metodos de equilibrado Existen varias tecnicas para corregir el desequilibrio, dependiendo del tipo de componente y la intensidad de las vibraciones: Equilibrado dinamico – Se utiliza en componentes rotativos (rotores y ejes) y se lleva a cabo mediante maquinas equilibradoras especializadas. El equilibrado estatico – Se emplea en volantes, ruedas y piezas similares donde basta con compensar el peso en un solo plano. Correccion del desequilibrio – Se realiza mediante: Perforado (retirada de material en la zona de mayor peso), Colocacion de contrapesos (en ruedas y aros de volantes), Ajuste de masas de equilibrado (por ejemplo, en ciguenales). Diagnostico del desequilibrio: equipos utilizados Para detectar con precision las vibraciones y el desequilibrio, se utilizan: Equipos equilibradores – Miden el nivel de vibracion y determinan con exactitud los puntos de correccion. Analizadores de vibraciones – Registran el espectro de oscilaciones, detectando no solo el desequilibrio, sino tambien fallos adicionales (como el desgaste de rodamientos). Sistemas laser – Se usan para mediciones de alta precision en mecanismos criticos. Las velocidades criticas de rotacion requieren especial atencion – condiciones en las que la vibracion se incrementa de forma significativa debido a fenomenos de resonancia. Un equilibrado adecuado evita danos en el equipo en estas condiciones de funcionamiento.