Reporter: Dahrul Mustaqim
blokTuban.com - Video berdurasi 1 menit 4 detik yang memperlihatkan kepulan debu cukup tebal diduga keluar dari cerobong pabrik PT Semen Indonesia (SIG) beredar di masyarakat. Video tersebut direkam oleh seorang warga dari lokasi yang diperkirakan berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Kamis (23/07/2026).
Beredarnya video tersebut kembali memunculkan dugaan pencemaran udara yang selama ini dikeluhkan sebagian warga di kawasan ring 1 pabrik. Menurut sejumlah warga, peristiwa keluarnya debu tebal seperti itu bukan pertama kali terjadi, melainkan diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun dan dinilai cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
Salah seorang warga Desa Sumberarum, Dasiyem (50), mengaku kondisi tersebut bukan hal baru. Menurutnya, warga telah merasakan dampak debu selama puluhan tahun.
"Kondisi seperti ini sudah lama dirasakan warga," ujarnya. Dasiyem sendiri mengeluhkan sesak nafas sejak satu tahun terakhir.
Tokoh pemuda setempat, Joyo Muhasan, mengatakan pada masa lalu masyarakat di sekitar pabrik sempat menerima kompensasi terkait dampak debu. Namun, menurutnya, kompensasi tersebut sudah tidak lagi diberikan dalam beberapa tahun terakhir.
Mangun menambahkan, warga masih merasakan adanya dugaan pencemaran udara. Menurut dugaan warga, debu tersebut berasal dari proses pembakaran batu bara maupun limbah bahan baku semen yang didatangkan dari luar pabrik.
Selain itu, sejumlah warga mengaku mengalami keluhan kesehatan, seperti sesak napas. Warga menduga keluhan tersebut berkaitan dengan paparan debu yang terjadi dalam jangka panjang sebagai konsekuensi tinggal di desa yang berada sangat dekat dengan kawasan produksi semen. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian secara ilmiah maupun medis.
Hingga berita ini diterbitkan, blokTuban.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari PT Semen Indonesia (SIG). Konfirmasi telah disampaikan kepada Senior Manager of Corporate Communication PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dharma Sunyata, namun hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published