Reporter: Dhahrul Mustaqim
blokTuban.com - Polsek Bangilan, Polresta Tuban, menerima laporan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia diduga akibat tenggelam di aliran Sungai Kali Kening, Senin (26/10/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di aliran Sungai Kali Kening, Dusun Jambangan RT 01/RW 01, Desa Kedungjambangan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Korban diketahui berinisial S, berusia 81 tahun, yang dikenal warga setempat sebagai pedagang es keliling.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, peristiwa tersebut bermula pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, Abdul Karim, 65 tahun, warga Dusun Jambangan, hendak berangkat ke warung kopi. Ketika melintas di atas jembatan Sungai Kening, Desa Kedungjambangan, ia melihat sesosok tubuh manusia mengapung di bawah jembatan.
Mengetahui kejadian tersebut, Abdul Karim kemudian meminta bantuan warga lainnya. Ia juga menghubungi Kepala Desa Kedungjambangan, Hariono, untuk melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Bangilan.
"Hilangnya jam satu malam, tidak tahu hilangnya, tapi ya tidak tahu persisnya hilang jam berapa tidak tahu, tapi ya katanya tadi jam satu malam, terus ketemunya jam setengah tujuh pagi tadi," jelasnya.
Sementara itu, warga Desa Jambangan lainnya, Sujak'i, turut membantu proses evakuasi bersama warga. Mereka kemudian mengangkat jenazah korban dari sungai ke tepi.
Kapolsek Bangilan, AKP Mohammad Yusuf, membenarkan adanya penemuan jenazah yang mengapung di sungai tersebut. Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang melihat tubuh manusia mengapung di aliran sungai.
"Benar, Senin pagi sekira pukul 07.00 WIB Polsek Bangilan telah menerima laporan tentang kejadian orang meninggal dunia diduga karena tenggelam," ujar AKP Mohammad Yusuf.
"Setelah mendapat laporan dari Kades, anggota Polsek langsung datang ke TKP bersama warga mengangkat korban dari air sungai," jelas Yusuf.
Yusuf menambahkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah sebelum waktu subuh. Korban juga memiliki riwayat demensia atau pikun yang berkaitan dengan faktor usia.
"Dari hasil keterangan keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah sebelum waktu subuh. Korban memiliki riwayat sakit demensia atau pikun karena faktor usia," imbuhnya.
Menurutnya, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam di sungai ketika beraktivitas di sekitar aliran sungai tanpa pengawasan.
Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan awal, jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Atas kejadian tersebut, Kapolsek Bangilan, AKP Mohammad Yusuf, mengimbau masyarakat, khususnya warga yang memiliki anggota keluarga lanjut usia, agar meningkatkan pengawasan. Imbauan ini terutama ditujukan kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat demensia atau pikun.
Ia meminta agar para lansia tidak dibiarkan beraktivitas sendirian, terlebih di sekitar sungai atau lokasi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.
"Kami menghimbau kepada masyarakat, apabila memiliki keluarga lansia pikun atau sering keluar rumah sebelum subuh, agar diawasi dengan ketat. Jangan biarkan beraktivitas sendiri di dekat sungai. Jika ada keluarga yang belum pulang, segera lapor ke Polsek atau Bhabinkamtibmas agar bisa segera kami bantu pencarian," pungkas AKP Mohammad Yusuf.