Polemik BPNT, Miyadi Akan Panggil Semua Rantai Distribusi
Beras bantuan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tuban kembali viral di media sosial, karena kondisinya berulat dan berkutu.Â
Beras bantuan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tuban kembali viral di media sosial, karena kondisinya berulat dan berkutu.Â
Jajaran Kepolisian Polres Tuban mendistribusikan Bantuan Sosial (Bansos) berupa 10 ton beras kepada 2.499 warga yang terdampak pandemi Virus Corona (Covid-19) dan belum menerima bantuan apapun dari pemerintah.
Konsumsi beras masyarakat Kabupaten Tuban per bulan dengan asumsi jumlah penduduk tahun 2020 sama dengan tahun 2019.
Beras subsidi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berkutu dan berbau apek sangat disayangkan berbagai pihak. Tak kalah dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar pun ikut menyikapi.
Dua hari terakhir, kualitas beras subsidi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tengah ramai diperbincangkan netizen di sosial media maupun warung kopi. Di Kabupaten Tuban beras subsidi berbau apek dan berkutu ditemukan di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu.
Keluhan penerima beras subsidi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah melalui Bulog di Kecamatan Jenu mendapat tanggapan beragam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Rabu (11/9/2019).
Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tuban, hari ini mengeluhkan perihal kualitas beras yang bulan ini dipasok Bulog. Beras kemasan 10 Kilogram tersebut berbau apek, dan ada berkutu.
Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia mulai bulan September tahun 2019 mendatang, sumber beras dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menggunakan beras dari Bulog.
Keberadaan tengkulak memiliki dua mata sisi bagi petani. Satu sisi mampu menyediakan modal awal, dan di sisi lain mampu mengontrol harga hasil panen petani sesuai keinginannya.