Gercep! Laporan Warga Lewat Kolom Komentar, Mentan Amran Langsung Cabut Izin Distributor Pupuk Nakal di Tuban

Reporter: Dhahrul Mustaqim

blokTuban.com - Tindakan cepat dan tegas ditunjukkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menanggapi aduan masyarakat terkait dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi. Berawal dari laporan seorang warga di media sosial, Mentan Amran langsung mengambil tindakan di tempat tanpa menunggu lama, hal ini sebagaimana diunggah oleh akun facebook Benn Clip, pada Rabu (21/10/2026).

Kejadian bermula ketika seorang netizen menuliskan keluhannya di kolom komentar, melaporkan bahwa di desanya pupuk subsidi diduga dikorupsi dan dijual ke perusahaan tebu, sehingga para petani lokal tidak pernah kebagian. Laporan tersebut menyebutkan lokasi kejadian berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Mendapati laporan tersebut, Mentan Amran yang membaca langsung keluhan warganya tidak tinggal diam. Secara spontan dan disaksikan langsung oleh orang-orang di sekitarnya, ia langsung melakukan panggilan telepon untuk menindaklanjuti aduan tersebut.

"Tolong Pak, kami tunggu, saya telepon hari ini, ini menit saya cabut sementara izinnya," tegas Amran saat melakukan sambungan telepon langsung.

Dalam percakapan telepon tersebut, Mentan Amran dengan tegas menginstruksikan pihak terkait untuk segera mengambil tindakan administratif yang keras terhadap distributor yang bermain-main dengan hak petani.

Ia memerintahkan agar izin distributor di wilayah tersebut segera dicabut dan dibekukan karena diduga menjual pupuk subsidi kepada perusahaan tebu.

"Pertama cabut, cabut izinnya dulu, bekukan distributornya. Dia jual pupuk ke perusahaan tebu. Dibekukan, baru diperiksa. Kalau betul, siap-siap manajernya dicopot," perintah Mentan Amran kepada pejabat terkait di ujung sambungan telepon.

Aksi spontan ini menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam mengawal distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh petani kecil, bukan diserobot oleh korporasi atau oknum yang tidak bertanggung jawab.