Reporter: Dahrul Mustaqim
blokTuban.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Pendidikan terus mendorong peningkatan kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat penerapan modul literasi, penilaian, dan pembelajaran diferensiasi di sekolah.
Upaya tersebut dilakukan bersama INOVASI Jawa Timur melalui pelatihan yang diikuti 60 guru SD dari 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Tuban pada Kamis-Jumat (24-25/9/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah berjalan sejak 2025 dan direncanakan berlangsung hingga 2027. Sebelumnya, dilakukan penilaian atau “pemotretan” kemampuan membaca siswa kelas 3 di seluruh Kabupaten Tuban.
Hasil pemotretan tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis kemampuan membaca siswa sekaligus menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dalam pelatihan tersebut, para guru mengikuti praktik untuk menganalisis hasil pemotretan kemampuan membaca serta menerapkan modul pembelajaran. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selanjutnya diharapkan dapat dibagikan kepada guru lain di wilayah masing-masing.
Fasilitator Daerah INOVASI Jawa Timur, Cahyadi Widi Wahyono, menjadi bagian dari pendampingan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik penerapan modul dan tindak lanjut hasil pemotretan kemampuan membaca siswa.
“Pelatihan ini lebih diarahkan pada simulasi dan praktik penerapan modul, penilaian, dan tindak lanjut dari hasil pemotretan kemampuan membaca siswa,” ujar Cahyadi.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Drs. R. Moch. Dani Ramdani, menekankan pentingnya pengimbasan pengetahuan dari guru peserta kepada guru lainnya.
“Harapan kita implementasi program ini berlanjut dari guru peserta kepada guru sejawat, sehingga dapat berimbas secara merata pada 551 lembaga SD negeri di Tuban agar punya kemampuan yang sama,” tegas Dani.
Dani berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh 60 guru peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Para guru diharapkan dapat meneruskan praktik pembelajaran tersebut kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing.
Dengan skema tersebut, manfaat program diharapkan dapat menjangkau lebih banyak guru dan sekolah dasar negeri di Kabupaten Tuban. Penerapan pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan siswa juga diharapkan membantu guru memberikan pendampingan yang lebih tepat, khususnya bagi siswa yang masih membutuhkan penguatan kemampuan membaca.
Program kolaborasi Pemkab Tuban melalui Dinas Pendidikan bersama INOVASI Jawa Timur ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi dan numerasi di tingkat sekolah dasar. Rangkaian program tersebut direncanakan terus berjalan hingga 2027.
Dengan melibatkan guru dari 20 kecamatan, Pemkab Tuban berharap praktik pembelajaran yang diperoleh dalam program tersebut dapat menyebar ke sekolah-sekolah lain sehingga upaya peningkatan kemampuan membaca siswa dapat dilakukan secara lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Tuban.