Al-Hikmah Carnival Anniversary: Karnaval Santri, Memperkuat Nilai Pendidikan Dan Kebudayaan Negeri

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Pondok Pesantren Al-Hikmah Binangun, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, memperingati hari jadinya yang ke-39 dengan menggelar Al-Hikmah Carnival Anniversary, sebuah karnaval budaya dan pendidikan yang melibatkan seluruh elemen lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al-Hikmah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) dengan rute dimulai dari halaman pondok pesantren, melintasi Desa Sarigembat dan Desa Kedungjambe, kemudian kembali ke Desa Binangun.

Sebanyak 12 kelompok peserta turut memeriahkan karnaval. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga mahasiswa Universitas Al-Hikmah Indonesia. Selain itu, karnaval juga diikuti oleh paguyuban guru Madrasah Ibtidaiyah, paguyuban Remaja Masjid, serta berbagai komunitas yang mendukung pengembangan pendidikan.

Karnaval menyuguhkan beragam pertunjukan yang memadukan kreativitas santri dengan nilai-nilai budaya lokal. Berbagai kisah legenda dan sejarah Nusantara ditampilkan dalam bentuk teatrikal, di antaranya legenda Lembu Suro, kisah Rama dan Shinta, serta sejumlah lakon tradisional lainnya. Seluruh penampilan dikemas melalui kostum, properti, serta narasi yang menarik sehingga tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi media edukasi dalam mengenalkan warisan budaya dan nilai-nilai moral kepada generasi muda.

Sebelum karnaval diberangkatkan, Ketua Yayasan Al-Hikmah, KH. Muhammad Husnan Dimyati, memberikan pesan kepada seluruh peserta agar tetap menjaga adab selama mengikuti kegiatan.

“Rayakan hari jadi ini dengan suka cita, namun tetap jaga adab, jangan melakukan tindakan brutal atau berlebihan. Karnaval ini untuk memperkuat pendidikan dan kebudayaan, bukan untuk merusak nilai-nilai yang kita pegang,” tuturnya.

Sepanjang rute, setiap kelompok menampilkan ciri khas masing-masing. Kelompok TK hadir dengan parade kostum penuh warna dan keceriaan. Kelompok MI menampilkan Drumband Gema Nada Al-Hikmah, sedangkan MTs membawakan berbagai adegan rakyat dan cerita lokal. Sementara itu, siswa MA turut memeriahkan karnaval melalui penampilan Drumband Gita Nada Al-Hikmah serta berbagai kreativitas lainnya.

Mahasiswa Universitas Al-Hikmah Indonesia juga ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai program studi, di antaranya Fakultas Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Tarbiyah Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi Perbankan Syariah (PS) dan Ekonomi Syariah (ES). Seluruh dosen Universitas Al-Hikmah Indonesia pun turut hadir dan berpartisipasi dalam memeriahkan karnaval.

Berbagai penampilan yang disuguhkan peserta mulai dari teatrikal, tari tradisional, hingga atraksi seni lainnya berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval. Antusiasme warga dari berbagai desa maupun orang tua santri terlihat begitu tinggi dalam menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan.

Salah seorang pengunjung mengaku bangga dengan konsep karnaval yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai pendidikan kepada para santri.

“Kami bangga melihat anak-anak belajar sejarah dan akhlak sambil berkreasi,” jelasnya.

Panitia melaporkan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala berarti. Karnaval budaya ini merupakan salah satu agenda dalam peringatan Hari Jadi ke-39 Pondok Pesantren Al-Hikmah yang juga diramaikan dengan berbagai kegiatan lain, seperti lomba seni, seminar pendidikan, dan bakti sosial.

Melalui tema budaya dan pendidikan yang diusung, Pondok Pesantren Al-Hikmah berharap peringatan hari jadi ke-39 ini tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia lembaga, tetapi juga menjadi wujud komitmen dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta memiliki kepedulian untuk melestarikan warisan budaya bangsa.