Laka Tunggal di Montong, Korban Luka Patah Tulang
Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tunggal terjadi di jalan raya Montong-Merakurak, tepatnya di Dusun Layuti, Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jumat (17/2/2017) pagi.
Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tunggal terjadi di jalan raya Montong-Merakurak, tepatnya di Dusun Layuti, Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jumat (17/2/2017) pagi.
Dalam rangka Aniversary Komunitas Blusukan Alam Tuban (BAT) yang ke-3, Minggu (12/2/2017) secara spontanitas panitia melakukan penggalangan dana yang dikhususkan untuk Romli (44) warga RT/2 RW/1 Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang lumpuh akibat kecelakaan kerja.
Komunitas Blusukan Alam Tuban (BAT) atau komunitas yang memperkenalkan potensi-potensi wisata alam di Kabupaten Tuban, merayakan Aniversary (Ulang Tahun) yang ke-3 di Pantai Cemara, Minggu (12/2/2017).
Setelah resmi terbentuk, 20 November 2016 lalu, anggota Bonek Tuban Bersatu (BTB) terus bertambah. Faktor itu ditengarai karena meleburnya komunitas Bonek yang ada di Bumi Ronggolawe untuk menjadi satu, Yaitu Bonek Tuban Bersatu (BTB).
Sepanjang 2016, angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Tuban terbilang tinggi. Tercatat dipengh ujung tahun terjadi 1.641 peristiwa kecelakaan.
Orang bilang, kegemaran mengendarai trail merupakan hobby mahal. Otomatis, untuk menjadi bagian komunitas trail harus memiliki trail. Rupanya untuk dapat memiliki satu unit trail, minimal harus merogoh kocek Rp30 juta lebih. <div dir="auto"> </div>
Trail kian hari kian menemukan tempat di tengah pecinta otomotif dewasa ini. Seperti sekelompok warga asal Kecamatan Rengel yang menamai diri sebagai Trail Rengel Adventure Comunity atau disingkat Traco.
Besarnya perhatian sekaligus harapan orangtua terhadap anak pertama, membuat anak pertama lebih rentan alami penyakit yang berhubungan dengan stres.
Saat ini dikatakan waktu yang tepat untuk masyarakat berinvestasi emas. Apa pasalnya?
Guna kesuksesan di setiap kegiatan, Komunitas APT perlu dukungan stakeholders setempat. Alasannya, saat ini bertahannya dan berkembangnya budaya kampung tempat Komunitas APT berdiri, berasal dari warga dan anggota komunitas itu sendiri. Untuk itu, tidak mungkin budaya yang sudah dilahirkan bisa bertahan tanpa ada dukungan pemerintah maupun para pendahulu.