Media for Integrity Kick Off Gerakan Indonesia Berintegritas di Malang, 3 Kepala Daerah Tandatangani Komitmen

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Media for Integrity resmi mengawali Gerakan Indonesia Berintegritas melalui kegiatan kick off yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Kota Malang, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-11 TIMES Indonesia. Kick off ditandai dengan deklarasi Media for Integrity, penyerahan Pohon Integritas, serta penandatanganan komitmen integritas.

Kegiatan ini dihadiri tiga kepala daerah di Malang Raya, yakni Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dan Wali Kota Batu Nurochman, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Gerakan Indonesia Berintegritas membawa pesan bahwa membangun budaya integritas tidak cukup berhenti pada deklarasi maupun penandatanganan komitmen. Nilai tersebut perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata dan dirawat secara berkelanjutan.

Pemimpin Redaksi TIMES Indonesia, Yatimul Ainun, mengatakan Media for Integrity dibangun sebagai ruang untuk mendorong, mendokumentasikan, dan menularkan praktik integritas di tengah masyarakat.

Menurut Ainun, media memiliki peran strategis dalam membangun budaya integritas. Peran tersebut tidak hanya dilakukan dengan memberitakan persoalan korupsi atau penyimpangan, tetapi juga mengangkat praktik baik, mengawal perubahan, mengedukasi masyarakat, serta mempertemukan berbagai pihak.

“Media tidak hanya hadir ketika ada persoalan integritas. Media juga harus mampu menceritakan praktik baik, mengawal perubahan, dan menularkan keteladanan agar integritas menjadi bagian dari budaya publik,” ujar Ainun, yang juga Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur.

Ia menegaskan, Media for Integrity bukan lembaga yang memberikan penilaian atau sertifikat mengenai siapa yang paling berintegritas. Platform tersebut membuka ruang agar komitmen integritas dapat dinyatakan, dibuktikan melalui tindakan, kemudian diceritakan kepada publik.

“Kami tidak memberikan sertifikat kesucian. Yang kami lakukan adalah membuka ruang agar komitmen integritas dapat dinyatakan, dibuktikan, diceritakan, dan ditularkan,” tegasnya.

Salah satu simbol utama dalam kick off Gerakan Indonesia Berintegritas adalah Pohon Integritas. Pohon dipilih untuk menggambarkan bahwa integritas membutuhkan proses, akar yang kuat, konsistensi, serta perawatan agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat.

Konsep tersebut dituangkan dalam pesan “Satu Cabang Satu Komitmen Institusi, Satu Daun Satu Komitmen Personal.”

Melalui simbol tersebut, komitmen institusi ditempatkan berdampingan dengan komitmen personal. Budaya integritas tidak hanya bergantung pada kebijakan lembaga, tetapi juga pada perilaku setiap individu yang berada di dalamnya.

Ainun mengatakan, pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sekadar sebagai simbol seremonial. Pohon tersebut akan menjadi pengingat bahwa komitmen yang telah dinyatakan membutuhkan pemeliharaan.

“Pohon ini kami titipkan. Suatu hari kami ingin datang kembali dan melihat apakah pohon ini tumbuh dan dirawat. Bukan untuk menilai sebatang pohon, tetapi untuk mengingatkan bahwa komitmen integritas juga membutuhkan perawatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu mengetahui berbagai perubahan positif yang terjadi di institusi maupun lingkungan pemerintahan.

“Ceritakan perjalanan integritas Anda. Ceritakan perubahan yang terjadi di institusi Anda. Biarkan masyarakat melihat bahwa integritas bukan hanya slogan, tetapi sesuatu yang benar-benar hidup,” katanya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan integritas merupakan prinsip yang harus diwujudkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Pemerintah Kota Malang, integritas adalah harga mati. Yang harus kita lakukan dan harus kita wujudkan,” tegas Wahyu.

Wahyu menekankan bahwa integritas harus dimulai dari pribadi sebelum menjadi bagian dari budaya institusi.

“Integritas tidak hanya dari wujud pemerintah, tapi dari pribadi yang kita lakukan. Karena semua berawal dari pribadi dulu, baru kita bisa mewujudkan integritas ini di dalam pemerintahan maupun dalam semua komunitas-komunitas,” katanya.

Ia menyatakan kesiapan Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu untuk berjalan bersama memperkuat komitmen integritas.

“Kami kompak ini antara Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kota Malang, kita siap untuk berintegritas,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menilai integritas harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan tidak berhenti sebagai narasi.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan kali ini dengan mengumpulkan tiga kepala daerah secara langsung dan melakukan integrasi sebuah gerakan yang menjadi spirit baik,” ujarnya.

Menurut Nurochman, komitmen terhadap kejujuran harus tercermin dalam keselarasan antara perkataan dan perbuatan.

“Integritas adalah kebutuhan. Komitmen kejujuran menjadi dasar kita beraktivitas, terutama dalam pemerintahan. Ukuran antara perkataan dan perbuatan harus diwujudkan, tidak berhenti dalam narasi, tetapi benar-benar kita implementasikan. Orang yang berintegritas pasti bertindak selaras,” tegasnya.

Bupati Malang Sanusi juga menekankan pentingnya menjadikan integritas sebagai perilaku sehari-hari.

“Kalau kita ingin baik, integritas harus ditegakkan, harus diamalkan dan jadi perbuatan sehari-hari,” kata Sanusi.

Menurut Sanusi, integritas tercermin dari kesesuaian antara perkataan dan perbuatan.

“Perkataan dan perbuatan harus satu kata. Ngomongnya ngalor, tapi pelaksanaannya ngidul, itu tidak benar,” ujarnya.

Sanusi juga mengaitkan integritas dengan kepatuhan terhadap norma yang berlaku di masyarakat, termasuk tata krama, adat istiadat, kebudayaan, serta aturan yang berlaku.

Kick off Media for Integrity menjadi awal gerakan yang mendorong integritas tidak hanya sebagai nilai yang dideklarasikan, tetapi sebagai praktik yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat.

Melalui Personal Integrity Commitment dan Institutional Integrity Commitment, setiap individu maupun institusi didorong menjadikan komitmen sebagai titik awal pembuktian.

Media for Integrity selanjutnya membuka ruang bagi berbagai pihak untuk menceritakan proses, perubahan, dan praktik baik yang lahir dari komitmen tersebut.

Gerakan ini menempatkan media bukan sebagai pihak yang memberikan stempel mengenai tingkat integritas seseorang atau institusi, melainkan sebagai ruang publik untuk mempertemukan komitmen dengan tindakan dan menyebarluaskan praktik baik.

“Komitmen bukan akhir perjalanan. Justru komitmen adalah titik awal untuk diuji oleh tindakan,” kata Ainun.

Ia berharap gerakan tersebut dapat berkembang dari satu individu, satu institusi, dan satu komitmen menjadi gerakan bersama.

“Berintegritas dimulai dari kita sendiri. Dari satu pribadi, satu institusi, satu pohon, dan satu cerita. Dari sana, komitmen itu bisa ditularkan menjadi gerakan bersama,” pesannya. 

Media for Integrity merupakan gerakan yang diinisiasi TIMES Indonesia untuk mendorong budaya integritas melalui ruang publik yang mengajak individu dan institusi menyatakan komitmen, membuktikannya melalui tindakan, serta membagikan praktik baik kepada masyarakat.