Tengah Malam Mancing di Laut, 12 Orang Dikejutkan Semburan Gunung Anak Krakatau

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Pengalaman tak terduga dialami sekelompok pemancing yang tengah berada di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Mereka harus menjauh dari lokasi setelah menyaksikan semburan yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) malam.

Kisah tersebut dibagikan melalui akun TikTok @GRGarage. Dalam keterangannya, pemilik akun menyebut kejadian itu menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.

“Alhamdulillah menjadi pengalaman yang nggak terduga, kejadian sekali seumur hidup dan nggak bisa dilupakan,” ujarnya dalam keterangan yang dibagikan melalui akun TikTok @GRGarage.

Ia menceritakan, saat kejadian dirinya bersama teman kantor dan komunitas tengah melakukan aktivitas memancing di laut. Rombongan tersebut berangkat dengan total 12 orang pemancing dan lima anak buah kapal (ABK), termasuk kapten kapal.

“Kejadiannya saat itu kami sedang memancing sama teman kantor dan komunitas. Kita berangkat dengan anggota 12 orang dan 5 ABK (capt),” jelasnya.

Menurut keterangannya, semburan pertama terlihat sekitar pukul 23.15 WIB. Sekitar 15 menit kemudian, tepatnya pukul 23.30 WIB, terdengar dentuman keras yang membuat seluruh awak kapal mengambil langkah untuk menjauh dari lokasi.

“Ini kejadiannya pas di malam Sabtu (4/9/2026) malam tadi. Jam 23.15 terjadi semburan pertama, lalu dentuman keras terjadi di jam 23.30,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, seluruh kru kapal menyarankan agar rombongan segera meninggalkan lokasi. Kapten KM Panaitan disebut langsung mengambil tindakan dengan menjauh dari kawasan tersebut dan membawa seluruh penumpang kembali menuju dermaga.

“Nah, di situ seluruh awak kru ABK menyarankan untuk menjauh dari lokasi, dan akhirnya berterima kasih sama Capt KM Panaitan yang bertindak sigap untuk menjauh dan langsung pulang ke dermaga,” ungkapnya.

Perjalanan kembali menuju dermaga juga berlangsung dalam kondisi cuaca laut yang cukup menantang. Ia memperkirakan kecepatan angin mencapai 28 knot dengan ketinggian gelombang sekitar 4 hingga 5 meter.

“Di perjalanan kecepatan angin diperkirakan sampai 28 knot dan tinggi gelombang itu sekitar 4/5 meter kurang lebih,” tuturnya.

Meski harus menghadapi kondisi laut yang berat, seluruh anggota rombongan akhirnya berhasil kembali dengan selamat. Mereka tiba di dermaga bertepatan dengan dikumandangkannya azan Subuh.

“Dan semua selamat. Kita kembali ke dermaga pas azan Subuh dikumandangkan. Alhamdulillah Allah sangat baik,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi pengalaman pertamanya memancing di laut sekaligus menyaksikan langsung fenomena alam berupa erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Ini menjadi pengalaman pertama saya mancing di laut dan melihat fenomena alam erupsi Gunung Anak Krakatau,” pungkasnya.