Reporter: Dhahrul Mustaqim
blokTuban.com - Sebuah teka-teki keberadaan Samen (69), lansia asal Dusun Sejuwet, Desa Lerankulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, akhirnya terjawab setelah sekitar dua bulan dinyatakan hilang. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan hutan Desa Wangun, Kecamatan Palang, Selasa (15/9/2026).
Samen sebelumnya dilaporkan hilang pada pertengahan Juli 2026 ketika pergi mencari rumput di kawasan hutan tersebut. Dalam proses pencarian saat itu, warga hanya menemukan sepeda motor serta gerobak kayu milik korban yang berada di tengah hutan.
Keberadaan jasad Samen baru diketahui sekitar dua bulan kemudian. Korban ditemukan dalam kondisi yang sudah mengenaskan, dengan jasad yang tersisa tulang dan kulit. Lokasi penemuan juga berada cukup jauh dari tempat sepeda motor korban sebelumnya ditemukan.
Kasi Humas Polresta Tuban, Iptu Moch Ikhsan, menjelaskan bahwa jasad tersebut pertama kali ditemukan warga yang sedang melakukan aktivitas di kawasan hutan pada Selasa (15/9) sore. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada kepolisian melalui layanan Call Center 110.
"Saat itu ada warga yang beraktivitas di hutan dan menemukan seorang jasad, kemudian dilaporkan ke 110," ujar Iptu Moch Ikhsan.
Petugas Polsek Palang yang tiba di lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal. Dugaan bahwa jasad tersebut merupakan Samen semakin kuat setelah sejumlah barang yang diduga milik korban ditemukan tidak jauh dari lokasi.
Beberapa barang yang ditemukan yakni celana berwarna hitam, sepatu bot hitam, dan sebuah dompet cokelat. Dompet tersebut masih berisi identitas berupa KTP dan SIM atas nama Samen, serta uang tunai Rp630.000.
“Indikasi bahwa jasad tersebut adalah Samen diperkuat dengan barang bukti yang ada,” imbuhnya.
Proses evakuasi selanjutnya dilakukan dengan melibatkan petugas Inafis Polresta Tuban dan BPBD Kabupaten Tuban. Untuk memastikan identitas korban, pihak keluarga juga didatangkan ke lokasi.
"Pihak keluarga membenarkan bahwa jasad tersebut adalah Samen," bebernya.
Setelah identitas dipastikan, jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa menuju RSUD Dr Koesma Tuban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan petugas, tidak ditemukan indikasi adanya kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan di Tubuh korban,” pungkasnya.