Reporter: Dhahrul Mustaqim
blokTuban.com - Krisis air bersih masih dirasakan warga Desa Gesikan dan Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Salah satu warga bahkan menyebut hujan belum turun di desanya sejak April 2026.
Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Rabu (30/9/2026), sebanyak 17 tangki air dengan total 88.000 liter air dikirim Polresta Tuban bersama Bhayangkari Cabang Tuban ke delapan titik di dua desa tersebut.
Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr. Opsla bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tuban Ny. Widya Dani secara simbolis memberangkatkan bantuan tersebut pada Rabu pagi.
“Kami hadir bersama Bhayangkari Cabang Tuban untuk membantu masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan air bersih,” ujar Jazuli.
Menurutnya, Kecamatan Grabagan merupakan salah satu wilayah yang kerap menghadapi persoalan kekurangan air ketika musim kemarau. Pemerintah daerah bersama pemerintah kecamatan juga terus berupaya mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Dalam perjalanan menuju lokasi, rombongan Polresta Tuban dan Bhayangkari melihat langsung kondisi wilayah yang terdampak kekeringan.
Salah seorang warga Desa Gesikan, Sodikin (60), mengatakan kondisi kekeringan telah berlangsung cukup lama.
“Sejak bulan April 2026 di desa kami belum pernah turun hujan,” kata Sodikin.
Ia mengaku bantuan air bersih tersebut sangat membantu warga yang membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Mugi-mugi barokah kangge masyarakat sekitar,” ucapnya.
Tak hanya air bersih, Polresta Tuban juga memberikan bantuan sosial kepada sejumlah warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu.
Di lokasi yang sama, Sidokkes Polresta Tuban membuka layanan pemeriksaan kesehatan. Warga yang mengalami keluhan kesehatan dapat memanfaatkan pemeriksaan serta memperoleh obat sesuai kondisi dan kebutuhan.
“Kalau ada warga yang memiliki keluhan kesehatan atau sedang sakit ringan, nanti bisa difasilitasi untuk mendapatkan pemeriksaan,” jelas Jazuli.
Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74.
Bagi warga yang telah berbulan-bulan menghadapi kekeringan, 88 ribu liter air yang dikirim ke Grabagan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi menjadi tambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah panjangnya musim kemarau.